Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan · 27 Okt 2023 14:44 WIB ·

LSM L-KUHAP Ungkap Dugaan Praktik Jual Beli Seragam di SMPN I Kedungdung Sampang


 LSM L-KUHAP Ungkap Dugaan Praktik Jual Beli Seragam di SMPN I Kedungdung Sampang Perbesar

Sampang DORtimes.com|Dugaan kasus jual beli seragam di lembaga sekolah di Kabupaten Sampang masih marak terjadi. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) L-KUHAP Ivan Budi Ariesta.

Ia mengatakan, ada sejumlah wali murid di SMPN I Kedungdung yang mengadu ke lembaganya terkait dugaan jual beli kostum olahraga di sekolah tersebut. Mereka merasa keberatan dengan harga yang dipatok pihak sekolah.

“Untuk 1 setel kostum olahraga harganya Rp 100 ribu dan semua siswa diwajibkan beli,” ungkapnya, Selasa (24/10/2023).

Ivan mengatakan, SMPN I Kedungdung diduga diduga melakukan praktik yang melanggar regulasi itu dengan dalih berupaya memberikan kemudahan bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan kostum olahraga.

Sekolah dilarang menjual seragam kepada siswa. Hal itu merujuk pada peraturan yang melarang komite sekolah dan sekolah melakukan jual beli seragam dan tidak boleh menyediakan koperasi untuk pengambilan seragam.

“Aturannya sudah jelas sekolah tidak boleh menjual seragam. Kalau masih ada sekolah yang menjual seragam itu masuk katagori pungutan liar (pungli),” katanya.

Selain melakukan praktik jual beli kostum olahraga, lanjut Ivan, pihak sekolah juga mewajibkan siswa membeli atribut atau perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler di koperasi sekolah.

Ia meyakini, masalah praktik semacam ini tidak hanya terjadi di SMPN I Kedungdung. Tapi juga terjadi di sekolah-sekolah lain. Oleh karena arena itu, pihaknya mendesak Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang untuk mengambil tindakan tegas kepada sekolah yang masih melakukan praktik ilegal itu.

Apabila Disdik tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut. Pihaknya mengancam akan melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwajib dan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

“Bukti-bukti yang kita kumpulkan sudah lengkap salah satunya yaitu surat pernyataan keberatan dari wali murid yang jumlahnya sekitar 10 orang,” pungkas Ivan.

Penulis:Ayat editor:Ali

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

IAIN Madura Mengikuti Pelatihan Dasar Calon Anggota Security di Kota Blitar

2 September 2023 - 19:36 WIB

Viral! Santriwati Tenteng Senjata Api Laras Panjang Lengkap dengan Rompi saat MPLS

30 Juli 2023 - 03:49 WIB

Milad Ke-20 Lembaga Pendidikan Al-Furqon Gelar Santunan Anak Yatim

29 Juli 2023 - 12:34 WIB

Trending di Pendidikan